Kelana
Mali, membersihkan sepatunya yang kotor kemasukkan pasir. Ia mendongakkan kepalanya ke atas sambil menyipitkan matanya. Sorot mentari terlalu terik menyilaukan mata. Di sebelahnya, kuda jantan berwarna cokelat nampak gusar. Mali kemudian meminggirkan kudanya ke bawah pohon. Lalu ia kembali duduk menyenderkan kepalanya di bawah pohon itu. Ia telah menempuh perjalanan selama sepuluh hari. Perjalanan menuju suatu negeri untuk menyusul pamannya yang berdagang di sana. Ia telah dijanjikan untuk diajari berdagang oleh pamannya. Orang tuanya pun mengizinkannya pergi seorang diri. Mali membuka ranselnya yang sudah lusuh itu, melihat perbekalan yang masih tersisa. Sepertinya perbekalannya telah habis. Hanya tersisa satu botol air untuknya. Ia tak menyangka, perbekalannya telah habis, bahkan belum setengah perjalanan. Sedangkan negeri yang ia tuju masih sangat jauh dari sana. Masih sekitar lima belas hari lagi ia akan tiba. Jika ia melanjutkan perjalanan, bisa-bisa kudanya kehausan ...